Tampilkan postingan dengan label Buah nona / srikaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah nona / srikaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2011

Srikaya, Buah Surga Obat Beragam Penyakit

Srikaya termasuk pohon buah-buahan kecil yang tumbuh di tanah berbatu, kering, dan terkena cahaya matahari langsung. Tumbuhan yang asalnya dari Hindia Barat ini akan berbuah setelah berumur 3-5 tahun. Srikaya sering ditanam di pekarangan, dibudidayakan, atau tumbuh liar, dan bisa ditemukan sampai ketinggian 800 m dpi.

Perdu atau pohon kecil ini mempunyal tinggi 2-5 m, kulit pohon tipis berwarna keabu-abuan, getah kulitnya beracun. Daun bertangkai, kaku, ietaknya berseling. Helaian daun bentuk lonjong sampai jorong menyempit, ujung dan pangkai runcing, tepi rata, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, permukaan daun warnanya hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Bunga 2-4 kuntum (berhadapan), keluar dan ujung tangkai atau ketiak daun, warnanya hijau kuning. Buahnya buah semu, bentuk bola atau kerucut, permukaan berbenjol-benjol, warnanya hijau berserbuk putih, penampang 5-10 cm, jika masak, anak buah akan memisahkan diri satu dengan lainnya. Warnanya hijau kebiru-biruan. Daging buah berwarna putih, rasanya manis. Biji masak berwarna hitam mengilap.

Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan Khasiat
Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat antiradang, antidepresi. Daun rasanya pahit, kelat, sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat astringen, antiradang, peluruh cacing usus (antheimintik), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses.

Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat astringen dan tonikum. Buah muda dan biji juga berkhasiat antiparasit.

Kandungan Kimia
Akar dan kulit kayu mengandung flavonoida, borneol, kamphor, terpene, dan alkaloid anonain. Di samping itu, akarnya juga mengandung saponin, tanin, dan polifenol. Biji mengandung minyak, resin, dan bahan beracun yang bersifat iritan. Buah mengandung asam amino, gula buah, dan mucilago. Buah muda mengandung tanin.

Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.

Indikasi

Daun digunakan untuk mengatasi:
* batuk, demam,
* reumatik,
* menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi,
* diare, disentri,
* rectal prolaps pada anak-anak,
* cacingan, kutu kepala,
* pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.

Biji digunakan untuk mengatasi:
* pencernaan lemah,
* cacingan, dan
* mematikan kutu kepala dan serangga.

Buah muda digunakan untuk mengatasi:
* diare, disentri akut, dan
* gangguan pencernaan (atonik dispepsia).

Akar digunakan untuk mengatasi:
* sembelit,
* disentri akut,
* depresi mental, dan
* nyeri tulang punggung.

Kulit kayu digunakan untuk mengatasi:
* diare, disentri, dan
* luka berdarah.

Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, lihat cara pemakaian. Untuk pemakaian luar, rebus daun dan airnya, lalu gunakan untuk mencuci luka dan borok. Selain itu, dapt juga dilakukan dengan menggiling bijinya menjadi bubuk, gunakan untuk membasmi kutu kepala, kutu anjing, dan senangga. Gunakan buah masak untuk mengobati bengkak karena memar dan abses.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian, srikaya mempunyai aktivitas antipnotozoa dan antheimintik.

Contoh Pemakaian

* Borok, bisul keras
Cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit garam, lalu gunakan ramuan ini untuk menurap borok atau bisul dan balut. Dalam sehaii, ganti 2-3 kali.
* Mematangkan bisul
Ambil isi buah yang sudah masak, lalu giling halus. Tambahkan sedikit garam sambil diaduk merata, turapkan pada bisul, lalu balut dengan kain kasa.
* Tiba-tiba pingsan, menenangkan penderita histeris
Cuci daun segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Dekatkan gilingan daun tadi pada hidung penderita agar baunya terhisap oleh penderita.
* Membasmi kutu anjing
Mandikan anjing yang berkutu dengan air rebusan daun atau biji srikaya. Caranya, tumbuk halus daun atau biji srikaya, tambahkan air secukupnya, lalu saring airnya dan gunakan untuk memandikan anjing.
* Mematikan kutu kepala
Cuci biji srikaya (10 butir) dan daun srikaya segar (1 genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, lalu aduk merata. Turapkan pada kulit kepala, lalu bungkus dengan kain. Setelah tiga jam, buka dan cuci sampai bersih. Jangan sampai bilasan air masuk ke mata karena dapat menyebabkan iritasi dan meradang.
* Cacingan pada anak
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu rebus dengan lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing satu gelas.
* Gangguan pencernaan
Cuci daun srikaya segar secukupnya, giling sampai halus, lalu tambahkan minyak kelapa secukupnya. Tempelkan pada perut.
* Diare
Cuci kulit batang srikaya (6-10 g), potong kecil- kecil, lalu tambahkan gula merah secukupnya. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masing-masing satu gelas.
* Kudis
Cuci daun srikaya segar (15 lemban), lalu giling sampai halus. Remas dengan air kapur sirih sebanyak satu sendok teh dan gunakan untuk menggosok kulit yang kudis. Lakukan sehari dua kali.

Catatan
* Ibu hamil dilarang minum rebusan biji buah srikaya.
* Hati-hati jika minum rebusan biji, kulit kayu, dan akar srikaya karena mengandung racun.
* Hanya digunakan dibawah pengawasan herbalis berpengalaman.

Sumber : http://tribunindonesia.wordpress.com/2008/02/11/srikaya-buah-surga-obat-beragam-penyakit/

Selasa, 14 Juni 2011

Buah Nona Seri Kaya

Tentu anda biasa lihat buah ini.. tetapi pernahkah anda merasai buah ini? Buah Nona atau nama sainsnya Annona squamosa berasal dari Amerika Selatan, merupakan sejenis buah yang berbonggol dan mempunyai banyak biji. Terdapat pelbagai jenis Nona, antaranya yang mempunyai kulit bewarna hijau atau merah. Buah yang ranum atau betul-betul masak memang sedap dimakan. Tapi entahlah, orang-orang sekarang ni mungkin kurang lagi berminat dengan buah yang berbiji (banyak pula tu)

Dari segi khasiat buah nona mengandungi protein, kalsium, serat, zat besi, vitamin dan mineral. Kandungan yang paling ketara ialah niacin yang dikatakan dapat mengatasi masalah sindrom saraf.

Di Malaysia mungkin ia tidak popular tetapi di Amerika Syarikat ia mendapat pasaran yang besar dan dijual dengan harga yang mahal. Kalau anda ada pokok ini di rumah cubalah menyemai bijinya, mana tahu pada masa akan datang buah nona ini mendapat permintaan.

Srikaya atau buah nona adalah tanaman tropis yang banyak tumbuh di Nusantara walaupun sebenarnya tanaman ini berasal dari kawasan Hindia Barat.Buah dengan bentuk dasar bulat,berkulit buah dengan bentuk sisik cembung dan rasa daging buahnya manis adalah cirikhasnya, meski varietas tertentu sisiknya ada yang tidak cembung.Dia di sebut buah nona karena buah ini adalah termasuk famili Annonaceae.

SARIKAYA, MANFAAT SERTA KHASIAT.
Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat antiradang, antidepresi. Daun rasanya pahit, kelat, sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat astringen, antiradang, peluruh cacing usus (anthelmintik), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses. Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat astringen dan tonikum. Buah muda dan biji juga berkhasiat antiparasit.

EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI.
Infusa biji buah srikaya berefek larvasida terhadap Aedes aegypti; sedangkan ekstrak biji berefek larvasida terhadap Culex quinquevasciatus, tetapi tidak berpengaruh pada kemampuan bertelur dan daya tetas nyamuk. Ekstrak biji A.squamosa yang larut dalam air pada konsentrasi 1,0%--2,0% dan juga minyak yang diperoleh dari hasil pengepresan langsung biji menyebabkan kematian serangga uji. Isolasi senyawa asetogenin dari ekstrak yang larut dalam metanol biji Annona muricata dan Annona cherimola (Annonaceae) mempunyai aktivitas penting pada infeksi larva Molinema dessetae. Ekstrak daun Annona squamosa mampu membunuh Ascaridia galli, sebaliknya infusa daun Annona squamosa tidak mempunyai kemampuan membunuh Ascaridia galli. Air perasan daun sirsak (Annona muricata) 1:1 dan daun srikaya (Annona squamosa) 1:2 berefek sebagai antifertilitas dan embriotoksik terhadap janin apabila diberikan pada masa mulai kebuntingan sampai selesainya masa organogenesis, tetapi tidak menimbulkan cacat bentuk luar janin (cacat makroskopis). Kekuatan air perasan daun srikaya ternyata bersifat relatif lebih embriotoksik bila dibandingkan dengan air perasan daun sirsak. Daun Annona squamosa mempunyai efek antifertilitas dan embriotoksik pada tikus betina; serta berpengaruh pada daya reproduksi Sitophillus ori zae. Senyawa insektisida yang terdapat dalam biji Annona squamosa mempunyai daya bunuh ektoparasit. Tetrahidroisokinolin mempunyai aktivitas kardiotonik. Higenamin (p--hidroksibenzil6,7--dihidroksi-- 1,2,3,4--tetrahidroisokinolin) berinteraksi dengan adrenoreseptor, menghasilkan aktivitas inotropik positif pada otot jantung. Senyawa poliketida dan bistetrahidrofuran mempunyai efek antitumor .

TOKSISITAS.
Dapat mengiritasi mata dan jaringan lunak, serta kemungkinan sebagai penyebab konjungtivitis dan inflamasi.

PEMANFAATAN.
Bagian yang digunakan : Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.

INDIKASI.
Daun digunakan untuk mengatasi: batuk, demam, reumatik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, disentri, rectal prolaps pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.
Biji digunakan untuk mengatasi: pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga.
Buah muda digunakan untuk mengatasi : diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia).
Akar digunakan untuk mengatasi: sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung.
Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: diare, disentri, dan luka berdarah.

CARA PEMAKAIAN.
Untuk obat yang diminum, lihat cara pemakaian. Untuk pemakaian luar, rebus daun dan airnya, lalu gunakan untuk mencuci luka dan borok. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan menggiling bijinya menjadi bubuk, gunakan untuk membasmi kutu kepala, kutu anjing, dan serangga. Gunakan buah masak untuk mengobati bengkak karena memar dan abses.

CONTOH PEMAKAIAN.
Borok, bisul keras
Cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit garam, lalu gunakan ramuan ini untuk menurap borok atau bisul dan balut. Dalam sehari, ganti 2--3 kali.

Mematangkan bisul
Ambil isi buah yang sudah masak, lalu giling halus. Tambahkan sedikit garam sambil diaduk merata, turapkan pada bisul, lalu balut dengan kain kasa.

Tiba-tiba pingsan, menenangkan penderita histeris
Cuci daun segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Dekatkan gilingan daun tadi pada hidung penderita agar baunya terhisap oleh penderita.

Membasmi kutu anjing
Mandikan anjing yang berkutu dengan air rebusan daun atau biji srikaya. Caranya, tumbuk halus daun atau biji srikaya, tambahkan air secukupnya, lalu saring airnya dan gunakan untuk memandikan anjing.

Mematikan kutu kepala
Cuci biji srikaya (10 butir) dan daun srikaya segar (1 genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, lalu aduk merata. Turapkan pada kulit kepala, lalu bungkus dengan kain. Setelah tiga jam, buka dan cuci sampai bersih. Jangan sampai bilasan air masuk ke mata karena dapat menyebabkan iritasi dan meradang.

Cacingan pada anak
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu rebus dengan lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing satu gelas.

Gangguan pencernaan
Cuci daun srikaya segar secukupnya, giling sampai halus, lalu tambahkan minyak kelapa secukupnya. Tempelkan pada perut.

Diare
Cuci kulit batang srikaya (6--10 g), potong kecil- kecil, lalu tambahkan gula merah secukupnya. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masingmasing satu gelas.

Kudis
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu giling sampai halus. Remas dengan air kapur sirih sebanyak satu sendok teh dan gunakan untuk menggosok kulit yang kudis. Lakukan sehari dua kali.

Catatan :
Ibu hamil dilarang minum rebusan biji buah srikaya. Hati-hati jika minum rebusan biji, kulit kayu, dan akar srikaya karena mengandung racun. Hanya digunakan dibawah pengawasan herbalis berpengalaman.

Bambu Kuning Nature - Runy garden baru mengembangkan 4 jenis Srikaya antara lain :
1. Srikaya New Varietas
2. Srikaya jumbo Australia
3. Srikaya Attemoya Pink Mammoth
4. Srikaya merah

Srikaya - srikaya tersebut rasanya manis bahkan terkadang manis sekali.Untuk jenis New Varietas, daging buahnya lembut serasa bertepung dan biji buahnya jarang, aromanya wangi dan terkuar campuran wangi mangga harummanis.Besar buahnya bisa mencapai hampir 1 kg.Srikaya jumbo Australiapun tak kalah menawanya dengan new varietas.Srikaya - srikaya ini cocok untuk di kebunkan ataupun sekedar untuk koleksi tanaman di rumah.

Sumber : http://mudanulamak.blogspot.com/2009/10/buah-nona-seri-kaya.html

Buah Nona Menantang Kanker

Biolog Universitas Airlangga menemukan senyawa antikanker pada buah nona. Butuh penelitian mendalam agar bisa dimanfaatkan.

BENTUKNYA perpaduan antara sirsak dan srikaya. Ukurannya sebesar srikaya, tapi kulitnya seperti sirsak. Itulah buah mulwa atau buah nona (Annona reticulata). Buah ini sudah jarang dijumpai di Indonesia. Karena itulah Hamidah, dosen biologi di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Surabaya, langsung kesengsem begitu menemukan pohon malwa di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Seumur hidup Hamidah belum pernah melihat, apalagi mengamati, wujud pohon buah nona ini. Ia hanya mengenalnya lewat buku. Untuk memperdalam ilmunya tentang pohon langka yang tergolong dalam famili anona, ia pun melakukan riset. Hasil riset itu kemudian disusunnya menjadi disertasi berjudul Biosistematika Annona Muricata L., Annona Squamosa, dan Annona Reticulata dengan Pendekatan Numerik. Disertasi itu mengantarnya meraih gelar doktor di Program Pascasarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 31 Oktober silam.

Disertasi Hamidah merupakan sumbangan penting bagi dunia farmasi dan kedokteran, karena hasilnya menunjukkan bahwa buah nona mengandung senyawa asetogenin (polyketide) dan alkaloid. Senyawa asetogenin berpotensi mengatasi kanker, dan alkaloid dapat mengatasi gagal ginjal.

Melalui riset, Hamidah juga menemukan bahwa buah nona secara genetis identik dengan srikaya. Artinya, srikaya pun berpotensi mengandung obat antikanker. ”Keduanya seperti bersaudara kandung. Sidik jari DNA keduanya persis sama. Demikian juga bahan bioaktif pada alkaloid ekstrak daun kedua tanaman itu,” ujarnya.

Di Indonesia, memang hanya ada tiga dari delapan jenis pohon di famili anona yang bisa hidup, yaitu buah nona, srikaya (Annona squamosa), dan sirsak (Annona muricata). Pohon tersebut tidak hanya bisa tumbuh di dataran tinggi, tapi juga di dataran rendah.

Dulu, pohon buah nona banyak dijumpai di Indonesia, tapi kini sudah langka. Menurut Hamidah, masyarakat enggan menanam dan mengembangkan pohon ini karena jarang berbuah dan rasa buahnya yang berukuran sekepalan tangan itu hambar.

Semula, Hamidah mempelajari kekerabatan antara ketiga buah yang berada dalam satu famili itu. Dia menemukan keragaman ciri fenotipe ketiga tanaman itu pada habitat yang berbeda, tapi tidak diikuti perubahan ragam ciri genotipe dan kedudukan takson atau kategorinya berdasarkan kandungan alkaloid dan flavonoid mereka.

Kekerabatan antara ketiga buah-buahan itu diteliti dengan tiga pendekatan. Pertama, dengan pendekatan ciri morfologis, yakni kesamaan identifikasi sifat atau ciri dari perawakan tanaman, dari bentuk, batang, daun, buah, hingga biji. ”Ternyata semua tanaman nona bentuknya adalah pohon, karena tinggi dan bisa dipanjat,” kata dia. Perbedaan pada karakter morfologis, kata dia, disebabkan habitat ketiga tanaman itu berbeda.

Kedua, pendekatan atas kandungan kimia. Pada tahap ini Hamidah membuat ekstrak daun dari buah nona, lalu memisahkan alkaloid dan flavonoid. Alkaloid adalah senyawa basa bernitrogen yang kadang memberikan efek pengobatan. Sedangkan flavonoid adalah senyawa polifenol yang terkenal karena bermanfaat sebagai antioksidan. ”Unsur pada alkaloid dan flavonoid di srikaya dan buah nona ternyata sama persis, tapi berbeda bila dibandingkan dengan tanaman sirsak,” kata Hamidah.

Pendekatan ketiga dilakukan Hamidah dengan menggunakan identifikasi sidik jari asam deoksiribonukleat (DNA). DNA ketiga tanaman ini, kata dia, tidak bisa berubah meskipun turun-temurun hidup di lingkungan yang berbeda. Informasi genetis ini didapatkan keturunannya dari induknya. Hasilnya, ”DNA srikaya dan buah nona identik,” ujarnya.

Hamidah melakukan tiga penelitian itu pada 2004-2006 di tiga tempat. Riset tentang ciri morfologisnya ia lakukan di laboratorium Universitas Airlangga, Surabaya. Untuk meneliti kandungan kimia dan sidik jari DNA tanaman, dia memanfaatkan laboratorium di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan Institut Teknologi Bandung.

Riset tentang buah nona sebenarnya kelanjutan dari penelitian Hamidah terhadap srikaya sewaktu hendak meraih gelar master. Waktu itu ia menyelidiki kandungan insektisida (pembunuh serangga) pada tanaman tersebut. Dari risetnya diketahui bahwa buah nona mempunyai manfaat paling besar sebagai bioaktif pembunuh dibandingkan dengan kedua tanaman lainnya. Ia mencontohkan, jika kulit pohon buah nona dimasukkan ke kolam, ikan akan mati. Demikian halnya jika getah tanaman buah nona disuntikkan ke kaki katak, kaki katak jadi lumpuh. ”Senyawa asetogenin pada batang dan getah berpotensi membunuh sel kanker,” katanya menyimpulkan.

Hamidah mengatakan buah nona tidak beracun meskipun batang dan getahnya berpotensi racun kalau dikonsumsi hewan, karena reaksi bioaktif tanaman pada hewan berbeda jika dikonsumsi oleh manusia. ”Kalau dikonsumsi hewan mungkin bisa membuat keracunan, tapi tidak untuk manusia,” ujarnya.

Adanya kandungan senyawa asetogenin dan alkaloid tersebut, kata dia, menjadikan buah nona sebagai salah satu komoditas pangan yang bernilai lebih dan berpotensi dimanfaatkan untuk kesehatan masyarakat.

Masalahnya, kajian mendalam mengenai senyawa-senyawa tersebut belum muncul di Indonesia. Promotor Hamidah, Profesor Santosa, guru besar emeritus Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, pun menyatakan temuan senyawa asetogenin dan alkaloid itu masih bersifat potensial. ”Perlu kajian mendalam tentang hal itu. Tapi ilmu spesifik yang cocok untuk mempelajarinya, ya, ilmu kedokteran atau farmasi, bukan biologi,” kata dia.

Latifah K. Daruman, Kepala Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, belum bisa memastikan khasiat buah nona tersebut bila studi yang dilakukan baru berupa studi literatur dan penentuan unsurnya. ”Secara umum, kalau baru tahu unsurnya, belum bisa dibuktikan manfaatnya. Ia harus diuji dengan hewan percobaan dan uji klinis terlebih dahulu,” kata Latifah.

Pusat Studi Biofarmaka telah meneliti pelbagai jenis tanaman obat, seperti tabat barito dan mahkota dewa. Kandungan senyawa dalam mahkota dewa berpengaruh pada penguatan sel, sehingga dapat membangun sistem daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Biofarmaka juga menemukan bahwa kandungan berbagai senyawa dalam tabat barito, tumbuhan yang mereka temukan di Bukit Bangkirai, Kalimantan Timur, bermanfaat menghambat proses penggumpalan darah sehingga berguna untuk kesehatan wanita serta melawan beberapa jenis kanker. ”Hasil penelitian terhadap tanaman-tanaman ini telah sampai pada tahap pengujian dengan hewan percobaan,” kata Latifah.

Latifah mengakui bahwa banyak penelitian menemukan kandungan bermanfaat pada berbagai tumbuhan obat yang telah lazim digunakan dalam kesehatan. Namun, ”Pemakaian herbal itu selama ini masih sebagai tambahan atau suplemen,” kata Latifah.

Kurniawan, Dini Mawuntyas, Pito Agustin Rudiana

http://majalah.tempointeraktif.com

Senin, 21 Februari 2011

Buah Nona Berpotensi Jadi Obat Antikanker

Buah mulwa atau sering dikenal dengan nama buah nona (Annona reticulata) berpotensi dimanfaatkan untuk obat antikanker dan gagal ginjal, kata dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr. Hamidah, MKes.

"Hasil penelitian menunjukkan buah mulwa atau buah nona mengandung senyawa acetogenin untuk antikanker dan alkaloid untuk mengatasi gagal ginjal," katanya usai ujian terbuka promosi doktor program pascasarjana di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, dengan adanya kandungan senyawa acetogenin dan alkaloid menjadikan buah tersebut sebagai salah satu komoditas pangan yang bernilai lebih dan berpotensi dimanfaatkan untuk kesehatan masyarakat.

"Namun menurut dia buah mulwa atau buah nona sekarang mulai sulit dijumpai karena tidak banyak lagi ditanam, padahal buah tersebut merupakan tanaman yang tergolong dalam 'genus annona' yang berasal dari daerah tropis dan memiliki kekerabatan dengan buah sirsak (annona muricata) dan srikaya (annona squamosa)," katanya.

Ia mengatakan semakin langkanya buah mulwa atau buah nona karena banyak orang yang kurang begitu menyukai rasa buahnya, serta jumlah panen buahnya relatif sedikit dalam satu pohon.

"Buah mulwa atau nona jarang ditanam, karena rasanya memang kurang enak. Namun buah itu mengandung bahan aktif bermanfaat, dan jika masyarakat menyadarinya justru bermanfaat untuk kesehatan," katanya.

Menurut dia, mengonsumsi buah-buahan dari alam sangat bermanfaat untuk menangkal berbagai penyakit dengan bertambahnya usia. "Jika kita kembali ke alam akan selamat, karena usia bertambah tua, maka perlu makanan yang sehat," kata lulusan doktor ke-1.037 dari UGM itu.

Dalam kesimpulan disertasinya yang berjudul "biosistematika Annona murricata L., Annona aquamosa, dan Annona reticulata dengan pendekatan numerik" diketahui variasi karakter fenotipe buah sirsak, srikaya, dan buah mulwa (nona) pada habitat yang berbeda.

"Namun hal itu tidak diikuti perubahan variasi karakter genotipe dan kedudukan takson berdasar kandungan alkaloid dan flavonoid," katanya.

(kompas,Senin, 2 November 2009)