Senin, 31 Oktober 2011

8 Terbaik Penangkal Kolesterol Jahat

Tingginya kadar kolesterol jahat dalam darah dapat berakibat buruk bagi kesehatan dan memicu perkembangan beragam penyakit seperti jantung, hipertensi, dan diabetes. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Menurut American Heart Association (AHA), Anda dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dengan cara mengonsumsi makanan-makanan sehat.

Berikut ini beberapa jenis makanan terbaik yang dapat membantu Anda memerangi kolesterol jahat.

1. Oat
Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda harus membiasakan mengganti sarapan pagi dengan mengonsumsi oat. Menurut penelitian, konsumsi dua porsi oat setiap hari dapat menurunkan kolesterol jahat sebesar 5,3 persen hanya dalam enam minggu. Perlu diketahui, oat mengandung zat yang disebut beta-glukan, yang berfungsi dalam menyerap kolesterol jahat.

2. Anggur merah
Tidak selamanya konsumsi alkohol itu berdampak buruk. Menurut kajian, buah anggur merah yang digunakan dalam pembuatan red wine memiliki efek penting dalam mengatur kadar kolesterol. Konsumsi dua gelas anggur merah setiap minggu diyakini memberikan manfaat besar bagi kesehatan Anda.

3. Ikan salmon
Ikan salmon dikenal sebagai sumber terbaik asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam menjaga kadar kolesterol tetap terkendali serta mencegah penyakit jantung dan stroke. Beberapa jenis ikan seperti salmon, sarden, dan herring membantu dalam meningkatkan kadar kolesterol baik sebesar 4 persen.

4. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Lemak tak jenuh tunggal yang ditemukan pada kacang-kacangan dan biji-bijian memiliki molekul-molekul asam lemak paling rendah dan merupakan yang terbaik di antara tiga jenis lemak, yakni lemak jenuh ganda, lemak jenuh, dan lemak tak jenuh tunggal. Menambahkan menu kacang-kacangan dalam diet Anda dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sebesar 8 persen. Kacang hitam, kacang merah, ataupun kacang pinto adalah jenis-jenis yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi sepertiga dari kebutuhan serat harian Anda.

5. Teh
Ini adalah minuman paling populer untuk mengikis lemak. Teh memiliki antioksidan dan kandungan kafein lebih sedikit ketimbang kopi. Dalam secangkir kopi mengandung sekitar 135 mg kafein, sedangkan teh hanya mengandung 30 sampai 40 mg. Kandungan phytocemical dalam teh juga dapat membantu melindungi tulang. Senyawa tersebut juga berperan sebagai pertahanan besar terhadap kadar kolesterol LDL (jahat).

6. Cokelat hitam
Cokelat hitam kaya akan kandungan antioksidan dan mempunyai peran untuk mengurangi kolesterol. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan Journal of Hepatologi disebutkan, kandungan antioksidan pada cokelat hitam dapat mengurangi kerusakan pada pembuluh darah yang selanjutnya dapat mengancam kesehatan orang dengan sirosis (penyakit hati kronis). Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi 100 gram cokelat hitam setiap hari dalam membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sebesar 21 persen.

7. Bayam
Sayuran yang satu ini mengandung sekitar 13 senyawa flavonoid yang menjauhkan Anda dari kanker, penyakit jantung, dan osteoporosis. Beberapa literatur menyebutkan, konsumsi setengah cangkir sayuran yang kaya kandungan lutein ini akan menjaga kita dari serangan jantung.

8. Minyak zaitun (olive oil)
Minyak ini memiliki banyak manfaat kesehatan. Asam lemak tak jenuh tunggal pada minyak ini dapat melindungi jantung karena menurunkan total kolesterol, trigliserida, dan kolesterol "jahat" atau LDL, tanpa menurunkan kadar kolesterol baik.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/10/31/12552627/8.Terbaik.Penangkal.Kolesterol.Jahat

Senin, 17 Oktober 2011

Kedelai Pengaruhi Hormon

Isoflavon yang terkandung dalam kedelai mampu melindungi tubuh dari kanker serta mengurangi risiko penyakit osteoporosis dan gangguan kardiovaskular.

Hal itu dikemukakan Yukio Yamori, Direktur Pusat Internasional untuk Riset Prevensi Primer Penyakit Kardiovaskular yang juga Guru Besar Mukogawa Women’s University dalam seminar ke-4 Forum Tempe Indonesia bertema ”The Advantages of Soy Food Consumption on Health”, Sabtu (23/7), di Jakarta.
Komposisi makronutrisi kedelai, menurut dia, berbeda dibandingkan dengan kacang-kacangan lain karena mengandung karbohidrat lebih rendah dan kualitas protein lebih tinggi.

Isoflavon dalam kedelai merupakan fitoestrogen yang bisa digunakan sebagai alternatif terapi hormon alami bagi perempuan. Isoflavon juga berkhasiat bagi alat reproduksi pria.

”Ada data klinis dan epidemiologi yang menyebutkan, makanan dari kedelai dapat mengurangi risiko kanker prostat,” kata Yamori.

Isoflavon juga dapat menurunkan tekanan darah dan serum total kolesterol dalam tubuh. Hal ini dibuktikan Made Astawan, Guru Besar Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, dalam penelitiannya. Pola diet dengan makanan berbahan kedelai dapat meningkatkan harapan hidup.

Kontroversi

”Women’s Health Initiative Trial di Amerika Serikat, beberapa tahun terakhir, memaparkan, isoflavon menjadi hal kontroversial berkaitan dengan bentuknya yang mirip estrogen yang dapat menghasilkan efek negatif, yaitu meningkatkan risiko kanker payudara dan menyebabkan pria tampak feminin,” kata Yamori.

Namun, dari hasil metaanalisis yang dipublikasi baru-baru ini, Yamori menyimpulkan, isoflavon tidak memengaruhi kadar testosteron, yakni hormon pada pria, dan hanya berpengaruh dalam tingkat sedang pada hormon reproduksi perempuan.

”Hasil ini kontras dengan hasil penelitian epidemiologi yang dilakukan di Amerika Serikat,” ujarnya.

Yamori mengemukakan, tiga penelitian klinis di Jepang menunjukkan, isoflavon tidak memengaruhi parameter yang berkaitan dengan sperma ataupun semen. Selain itu, tidak ada bukti isoflavon memengaruhi fungsi tiroid.

Paparan Yamori dikuatkan oleh Susianto, pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang juga Ketua Masyarakat Vegetarian Indonesia dan Koordinator Regional untuk International Vegetarian Union Asia Pasifik.

”Tidak benar isoflavon dapat mengurangi kejantanan pria,” ungkapnya. Namun, Susianto mengingatkan, penggunaan suplemen yang mengandung isoflavon perlu dikendalikan karena konsumsi yang berlebihan akan berefek negatif.

Menurut Yamori, konsumsi optimal makanan berbahan kedelai adalah dua hingga tiga kali sehari dengan rata-rata kandungan protein 15-20 miligram dan isoflavon 50-80 miligram.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/07/26/07085927/Kedelai.Pengaruhi.Hormon

Jumat, 14 Oktober 2011

Tempe, Sumber Protein dan Penurun Kolesterol

Jangan remehkan tempe. Makanan rakyat ini merupakan sumber gizi yang baik, mudah diserap tubuh dan harganya murah. Berapa banyak sebaiknya kita makan?


Tempe yang dibuat dari kedelai lalu difermentasi memakai jamur Rhizopus oligosporus ini ternyata sudah dikenal berabad-abad lalu, terutama dalam budaya makan masyarakat Jawa. Rujukan pertama mengenai tempe ditemukan pada tahun 1875. Saat ini tempe bahkan sudah mendunia seiring dengan migrasi orang-orang Jawa ke seluruh penjuru.

Khasiat tempe terhadap kesehatan sudah diketahui sejak zaman pendudukan Jepang di Indonesia. Pada saat itu para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar.

Menurut Prof.dr.Made Astawan, guru besar dari Institut Pertanian Bogor, tempe memang mengandung zat antibakteri penyebab diare. Tempe juga berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas untuk menghambat proses pencernaan dan mencegah berbagai penyakit, menurunkan kolesterol hingga mengatasi hipertensi.

Keunggulan lain dari tempe adalah bisa dikonsumsi orang dari segala usia. Menurut dr.Samuel Oetoro, Sp.GK, ahli gizi dari Semanggi Klinik, tempe merupakan sumber protein yang mudah dicerna tubuh.

"Protein dalam tempe sudah dipecah-pecah oleh kapang tempe sehingga protein, lemak dan karbohidratnya menjadi lebih mudah dicerna. Selain itu tempe juga mengandung serat," kata dr.Samuel yang ditemui disebuah acara peluncuran studi gizi nasional di Jakarta.

Kandungan serat dalam tempe cukup tinggi, yaitu sekitar 8-10 pesen. Hal ini berarti dalam setiap 100 gram tempe akan menyumbang sekitar 30 persen dari jumlah serat yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari.

Prof.Made dalam bukunya Kandungan Gizi dan Bahan Makanan menyebutkan, penelitian menunjukkan bayi dan balita yang menderita gizi buruk mengalami pertumbuhan berat badan setelah diberikan konsumsi tempe. Balita yang menderita diare juga lebih cepat sembuh dalam waktu singkat.

Konsumsi tempe 150 gram setiap hari selama dua minggu juga terbukti bisa menurunkan kolesterol total.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/04/26/16521698/Tempe.Sumber.Protein.dan.Penurun.Kolesterol

Kamis, 13 Oktober 2011

Tempe Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Menopause merupakan proses alamiah pada wanita yang ditandai dengan penurunan fungsi ovarium yang mengakibatkan penurunan produksi estrogen. Berkurangnya estrogen ini membawa berbagai masalah, salah satunya meningkatnya risiko penyakit jantung.

Penurunan produksi estrogen menyebabkan gangguan metabolisme lemak darah sehingga akan memperburuk profil lipid darah dan oksidasi dalam tubuh sehingga perempuan rentan menderita penyakit jantung koroner.

Keterkaitan inilah yang mendorong Diah Mulyawati Utari melakukan penelitian studi doktoralnya pada Program Studi Gizi Manusia, Sekolah Pascasarjana (SPs) Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengusung khasiat tempe bagi wanita menopause.

Judul disertasi yang disusunnya, yakni "Efek Intervensi Tempe terhadap Profil Lipid, Superoksida Dismutase, LDL Teroksidasi dan Malondialdehyde pada Wanita Menopause", ini dirilis bagian Hubungan Masyarakat IPB melalui surat elektronik kepada Kompas, Kamis (7/7/2011).

Berikut paparannya. Lipid dalam tubuh mudah teroksidasi sehingga mengakibatkan terbentuknya peroksidasi lipid yang ditandai dengan peningkatan malondialdehyde (MDA). Tingginya kadar MDA dapat digunakan sebagai indikator radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas yang berlebih adalah faktor risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker. Lipid khususnya dalam kolesterol-LDL (K-LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat merupakan target utama oksidasi.

Terjadinya oksidasi pada K-LDL merupakan salah satu faktor utama penyumbatan pembuluh darah. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut diperlukan adanya antioksidan, salah satunya adalah antioksidan endogen yaitu superoksida dismutase (SOD) yang merupakan pertahanan pertama terhadap proses oksidasi di dalam tubuh.

Dikatakannya, dalam 10-12 tahun terakhir, penelitian tentang manfaat protein kedelai dan isoflavon semakin meningkat dan mendalam, dan membuktikan bahwa konsumsi kedelai tidak saja memperbaiki beberapa aspek kesehatan pada wanita menopause, tetapi juga memperbaiki kesehatan jantung.

Kita ketahui, tempe merupakan pangan tradisional yang sangat populer di Indonesia. Proses fermentasi membuat kadar asam amino, asam lemak, dan isoflavon pada tempe jauh lebih tinggi dibanding kedelai.

Dikatakannya, beberapa penelitian tentang intervensi tempe telah dilakukan di Indonesia, tetapi sejauh ini belum diketahui pengaruh tempe secara komprehensif terhadap profil lipid, SOD, MDA, dan LDL teroksidasi pada wanita menopause sebagai kelompok berisiko terserang penyakit jantung koroner. "Saya tertarik meneliti hal ini," ujarnya.

Penelitiannya dilakukan di Kota Bogor dengan jumlah total sampel 53 wanita menopause. Para wanita menopause ini diberikan 160 gram tempe setiap hari selama empat minggu.

Jumlah tersebut setara dengan empat potong tempe ukuran sedang. Tempe ini dikukus selama 10 menit kemudian dicampur dengan bumbu tertentu sehingga menjadi makanan siap santap.

Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah perempuan yang menopause alami, rentang menopause 1-5 tahun, salah satu dari profil lipid tidak normal, tidak sedang sakit atau punya riwayat penyakit degeneratif, tidak mengonsumsi obat dan suplemen, tidak menggunakan terapi estrogen, bukan penganut vegetarian, dan bersedia memenuhi peraturan selama penelitian. Sampel dijaring melalui pos pembinaan terpadu aktif yang ada di Kota Bogor.

Analisis pangan tempe menunjukkan bahwa kandungan asam amino tertinggi pada tempe adalah arginin dan asam lemak tertinggi adalah asam linoleat. Tempe juga kaya akan isoflavon dan kadarnya relatif dapat dipertahankan jika tempe diolah dengan pengukusan (bukan penggorengan).

Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian tempe sebanyak 160 gram setiap hari selama empat minggu dapat memperbaiki profil lipid yaitu menurunkan kadar kolesterol total, K-LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida. tempe ini juga dapat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan SOD serta menurunkan MDA dan oksidasi pada LDL. Hasil penelitian ini secara bermakna menunjukkan bahwa tempe mempunyai kemampuan untuk menurunkan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Dari penelitian ini, Diah menyarankan agar pemerintah meningkatkan sosialisasi tempe sebagai makanan yang mempunyai manfaat bagi kesehatan. Masyarakat disarankan untuk meningkatkan konsumsi tempe setiap hari secara terus-menerus, khususnya pada wanita menopause serta kelompok lain yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Diah juga berpesan, untuk mendapatkan efek maksimal bagi kesehatan, tempe sebaiknya diolah dengan cara dikukus dan menghindari pengolahan dengan cara menggoreng. Mengenai jumlah tempe yang dikonsumsi, Diah merekomendasikan sekitar 150-160 gram setiap hari atau setara dengan 3-4 potong tempe ukuran sedang.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/07/08/11443964/Tempe.Kurangi.Risiko.Penyakit.Jantung

Selasa, 11 Oktober 2011

8 Manfaat Kedelai Bagi Kesehatan

Kita sering mengatakan bahwa kedelai dapat menjadi pengganti daging bagi mereka yang tergolong vegetarian. Kedelai merupakan gudang nutrisi dan Anda bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari sejumlah produk berbasis kedelai seperti susu kedelai, tahu, tauge, kacang, saus dan tepung.

Kedelai adalah jenis kacang-kacangan yang banyak terdapat di Asia Timur. Mereka diklasifikasikan sebagai biji minyak. Kedelai dianggap sebagai protein lengkap karena adanya jumlah asam amino esensial. Manfaat kedelai ditemukan pada negara-negara seperti China dan Jepang, di mana masyarakatnya lebih kecil terkena penyakit jantung, osteoporosis, kanker payudara dan kelenjar prostat.

Berikut sejumlah manfaat kesehatan yang dapat Anda peroleh dari kedelai :

1. Antioksidan
Kedelai mengandung senyawa yang disebut isoflavon, di mana bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Senyawa ini bertanggung jawab untuk memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh polusi, sinar matahari dan proses tubuh yang normal.

2. Mengurangi resiko penyakit jantung
Protein dan isoflavon hadir dalam kedelai, membantu dalam mengurangi kolesterol LDL (kolesterol "jahat") serta penurunan kemungkinan pembekuan darah. Hal ini pada gilirannya, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian menunjukkan, konsumsi susu yang mengandung 25 gram protein kedelai selama sembilan minggu mengakibatkan penurunan 5% kolesterol LDL rata-rata.

3. Mencegah kanker
Isoflavon bertindak sebagai agen antikanker yang melawan sel-sel kanker. Melindungi tubuh dari kanker hormon seperti itu dari rahim, payudara dan prostat.

4. Membalikkan efek endometriosis
Kedelai membantu dalam menunda aksi estrogen alami tubuh, yang bertanggung jawab untuk mengurangi atau mencegah rasa sakit selama periode menstruasi (perdarahan berat) dan gejala lainnya pada wanita.

5. Mencegah osteoporosis
Protein kedelai membantu dalam penyerapan yang lebih baik kalsium dalam tulang. Isoflavon yang hadir dalam makanan kedelai berfungsi untuk memperlambat kehilangan tulang dan menghambat kerusakan tulang yang pada gilirannya mencegah osteoporosis.

6. Mengatasi gejala menopause
Kandungan isoflavon pada kedelai membantu untuk mengatur estrogen. Penelitian telah menemukan bahwa isoflavon kedelai dapat mengurangi rasa panas pada badan (hot flushes) pada wanita menopause.

7. Memberi efek baik untuk diabetes dan sakit ginjal
Protein dan serat yang larut dalam kedelai, mengatur kadar glukosa darah dan filtrasi ginjal, dengan demikian mengendalikan diabetes dan penyakit ginjal.

8. Menjaga berat badan
Kandungan serat yang tinggi pada kedelai sebagai alat untuk manajemen (mengatur) berat badan. Ini adalah indeks glisemik rendah (GI) makanan yang mengatur gula darah dan fluktuasi insulin. Sehingga dapat membantu mengontrol rasa lapar. Hal ini akan sangat membantu Anda dalam proses penurunan berat badan.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/07/13/15145479/8.Manfaat.Kedelai.Bagi.Kesehatan

Minggu, 09 Oktober 2011

Cara Aman Konsumsi Kedelai

Meski kedelai banyak direkomendasikan para ahli untuk dimasukkan dalam pola makan sehari-hari, namun beberapa bukti ilmiah menyebutkan pangan kaya protein ini sebaiknya dibatasi. Bagaimana menyiasati kontroversi ini?

Para ahli dari American Cancer Society menyebutkan, jika kedelai rutin dikonsumsi sejak usia muda, maka bukan hanya kita akan terhindari dari kanker payudara tapi juga keropos tulang.

Kedelai memang diketahui akan meningkatkan produksi hormon estrogen, hormon seks perempuan, dalam tubuh. Karena itu pria berusia muda tidak disarankan mengonsumi terlalu banyak kedelai, demikian juga dengan wanita yang beresiko tinggi terkena kanker payudara.

Ini berarti, sebenarnya efek kedelai pada tubuh tergantung pada faktor personal. Untuk itu ada beberapa panduan aman dalam mengonsumsi kedelai.

Ketahui porsinya
Satu porsi sajian kedelai setara dengan setengah cangkir biji kedelai, setengah cangkir tempe, setengah cangkir protein kedelai, empat ons tahu, dua sendok teh miso atau satu cangkir susu kedelai.

Ketahui sumber pangan mengandung kedelai
Kedelai banyak dipakai dalam berbagai produk makanan, termasuk sereal, roti, atau snack batangan. Produk kedelai yang sudah melalui pemrosesan seperti menjadi produk minyak atau kecap, mengandung isoflavon lebih sedikit. Karena itu untuk wanita yang beresiko tinggi menderita kanker payudara sebaiknya mengenali produk apa saja yang mengandung kedelai dan mengasupnya dalam jumlah sedang.

Waspadai jika menderita tiroid
Kedelai mengandung "anti-nutrient" yang berkaitan dengan penekanan fungsi tiroid, termasuk mengurangi penyerapan mineral dan protein pada orang yang sebelumnya sudah menderita kondisi ini. Suplemen yang mengandung kedelai juga diketahui mengganggu obat-obatan tirodi. Untuk amannya, para ahli mengajurkan agar mengonsumsi kedelai yang difermentasi seperti tempe atau tahu.

Pilih yang organik
Hampir 90 persen kedelai di Amerika merupakan produk rekayasa genetik, karena itu sebisa mungkin pilih produk yang organik. Produk rekayasa genetik yang sering diasup anak-anak akan meningkatkan risiko alergi.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/10/07/11574732/Cara.Aman.Konsumsi.Kedelai

Jumat, 07 Oktober 2011

Manfaat Teh Rosella Untuk Kesehatan Share

Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) adalah tanaman dari keluarga sejenis kembang sepatu. Konon tanaman ini berasal Afrika dan Timur Tengah. Tanaman perdu ini bisa mencapai 3-5 meter tingginya. Jika sudah dewasa, tanaman ini akan mengeluarakan bunga berwarna merah. Bagian bunga dan biji inilah bermanfaat baik untuk kesehatan.

Belum lama berselang sempat mencoba membuat teh dari bunga rosella, rasanya berbeda dengan teh pada umumnya. Teh rosella mempunyai warna merah menyala dan rasa yang segar.

Menurut DEP.KES.RI.No.SPP.1065/35.15/05, setiap 100 gr rosella mengandung 260-280 mg vitamin C, vitamin D, B1 dan B2. kandungan lainya adalah kalsium 486 mg, omega 3, Magnesium, beta karotin serta asam amino esensial seperti lysine dan agrinine. Bunga rosella juga kaya akan serat yang bagus untuk kesehatan saluran pencernaan.

Tanaman yang berkembang biak dengan biji ini bermanfaat baik untuk kesehatan. Stamina tubuh akan meningkat jika minum the rosella, masuk akal karena di rosella mengandung vitamin C dan mineral esensial yang cukup tinggi. Vitamin C rosella juga dipercaya mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker. Kalsium yang tinggi dapat mencegah keropos tulang. Sedangkan zat-zat tertentu di dalam rosella mampu meremajakan sel tubuh serta melindungi tubuh dari inveksi kuman dan virus.

Jika Anda ingin membuat teh rosella, ambil sekitar 3-4 kuntum bunga rosella segar/yang sudah dikeringkan, cuci bersih dan belah dua. Seduh dengan 200 ml air panas, aduk sambil sedikit di tekan-tekan kelopak bunganya hingga air berwarna merah, saring. Tambahkan 1 sdm air jeruk nipis dan 3 sdm madu. Sajikan hangat.

Bunga rosella juga dapat dijadikan bahan baku selai, warnanya yang merah menyala, menghasilkan selai yang menyehatkan dan berwarna cantik. Anda memerlukan 250 g kuntum bunga rosella, 1 sdm tepung maizena, air 150 ml, gula pasir 150 g, air jeruk lemon/nipis 3 sdm, 1/4 sdt vanilla pasta dan ¼ sdt garam halus. Cara membuatnya; Blender bunga rosella dengan air dan tepung maizena hingga halus. Angkat. Tuang ke dalam panci, tambahkan gula dan air. Masak hingga mendidih, masukkan jeruk nipis, pasta vanili dan garam. Masak hingga tekstur saus mengental. Angkat. Simpan di dalam stoples kedap udara

Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa) merupakan jenis tanaman herbal yang sangat berkasiat untuk kesehatan. Kami menyediakan dalam tiga (3) jenis Rosella, yaitu: merah, ungu lokal (anakan dari ungu sudan), ungu cumi (anakan dari ungu mesir).

Dari ketiga jenis itu semuanya mengandung vitamin C yang sangat tinggi dan sangat baik untuk menjaga kesehatan dan penyembuhan berbagai macam penyakit.

KHASIAT BUNGA ROSELLA:
1. Bersifat detoksifikasi (menetralkan racun)
2. Menurunkan tekanan darah tinggi
3. Menurunkan kolesterol dalam darah
4. Menurunkan kadar gula dalam darah
5. Melindungi dari infeksi
6. Menghambat tumbuhnya kanker
7. Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh
8. Memperbaiki metabolisme tubuh
9. Menyeimbangkan berat badan
10. Menormalkan kadar asam urat dalam darah
11. Mampu menstimulir sistem sirkulasi
12. Memperkuat pembuluh darah
13. Menghaluskan kulit dan mencegah keriput
14. Mengurangi panas dalam (sariawan)
15. Melancarkan buang air besar (BAB)
16. Menurunkan tingkat penggumpalan lemak di hati
17. Mengurangi pusing (migrane)
18. Mengatasi batuk dan sakit tenggorokan
19. Mencegah penyakit jantung dan stroke
20. Melangsingkan tubuh
21. Baik untuk PEROKOK karena dapat mengurangi dampak negatif dari NIKOTIN serta dapat membasmi VIRUS TBC dan mengurangi ketergantungan terhadap NARKOBA
22. Memperlambat MENOPAUSE dan TULANG KEROPOS / PENGAPURAN TULANG, Mencegah PENUAAN DINI
23. Mengandung 18 ASAM AMINO dari 22 jenis yang dibutuhkan tubuh manusia, 2 diantaranya asam esensial (Agrinine dan Lysine) yang berfungsi memacu pertumbuhan syaraf dan hormon, berkhasiat mempertahankan AWET MUDA
24. Sangat baik bagi IBU HAMIL karena mengandung DHA dan OMEGA 3. Jika dikonsumsi menjelang melahirkan dapat terhindar dari pendarahan dan Bagi anak-anak bermanfaat mempercepat pertumbuhan otak

Sumber : http://massaidi.blogspot.com/2011/02/manfaat-teh-rosella-untuk-kesehatan.html